Sunday, November 21, 2010

Lemah Pada Ujian-Nya


Teringat dua minggu lepas saat diri ini ditimpa ujian demi ujian. Ujian demi ujian yg berlaku pada hari yang sama dalam masa kurang dari 6 jam. Ujian yg sungguh, teramat hebat untuk aku terima, dunia seakan gelap ku rasakan... sehingga terasa lemah kakiku untuk berdiri. Aku terduduk dan air mata begitu deras membasahi pipi. "Ya Allah, ujian apakah ini ya Allah... Ya Allah, aku LEMAH ya Allah. Kau Maha Kuasa. Aku lemah ya Allah... aku tidak dapat lari dari ujian Mu, menolaknya juga aku tidak mampu," rintih hatiku. Hari2 yang ku lalui selama 2 minggu itu begitu melemaskan, begitu mendebarkan... aku seolah2 seperti seorang pesalah yang hanya menunggu hukuman-Nya. Rasanya seperti menunggu 'death penalty'... Aku pasrah pada ketentuanNya.

Alhamdulillah, pada hari Rabu yang lalu sempena Hari Raya Aidiladha... akhirnya aku berjaya melalui ujian Allah. Seolah2 suatu beban yang berat diangkat dariku... aku menangis! Tp tangisan kesyukuran kepadaNya. Terngiang2 firman2 Allah yang menjadi penawar duka disaat ujianNya bertamu:


"Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya" (2:286)
"Selamat sejahtera keatas mu kerana kesabaranmu" (13:24)


Kadang2 manusia diuji dengan ujian yang sama... cuma pada masa yang berbeza. Ada manusia yg diuji dengan ujian kewangan, masalah study, masalah dalam perhubungan sesama manusia dan sebagainya. Kadang2 terfikir kenapa Allah mahu menguji kita dengan benda yang sama, berulang2 kali? Apakah tidak cukup ujian yg lepas? Kenapa dengan ujian yg sama? Sehingga kadang2 kita rasa give up bila asyik diuji dengan benda yang sama... 

Allah menguji kita pada titik kelemahan kita. Ya, pada titik kelemahan kita! Allah akan uji kita berkali2 pada titik kelemahan kita sehingga kita berjaya mengatasi titik kelemahan kita! Sampai kita mampu memperbaiki kelemahan kita itu... Ibarat seorang pelajar yg menghadapi peperiksaan. Kalau ada subject dia gagal, maka si Cikgu akan membuat ujian tambahan supaya pelajar tadi lulus. Subject yang sama, cuma soalan2nya sedikit berbeza dari ujian yg sebelumnya. Begitulah analoginya ujian dari Allah... Ujian itu menguatkan lagi hamba-Nya. 


~Berbahagialah kerana anda dipilih oleh Nya~

Berbahagialah anda2 yang diuji... kerana anda adalah org istimewa yg Allah pilih utk menerima ujianNya. Allah akan berikan ujian yang sama kepada kita sampailah kita benar2 dianggap lulus pada pandangan Allah dan layak utk naik ke darjat seterusnya. Bukankah itu bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya? DIA juga ingin menguji sejauh manakah iman kita... mampukah kita mengharungi ujianNya mengikut syariatNya atau sebaliknya? Apakah ujian itu membawa kita semakin dekat kepadaNya? Memohon bantuan daripadaNya yg telah memberikan kita ujian dan percayalah Dialah juga yang akan membantu kita menyelesaikannya. Dari Dia ujian datang dan padaNya ada solution. 

Ingin berkongsi hadis yang selalu menjadi pengubat hati dikala ditimpa musibah/ujian...
Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: "Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari."

Alhamdulillah, syukur atas nikmat yg selalu Kau beri kepadaku tanpa berhitung. Ujian dariMu menambahkan lagi keimananku bahawa Kau Maha Kuasa dan aku hamba yang lemah, aku tidak mampu untuk menolak atau lari dari ujianMu... tiada kuasa dan daya melainkan dengan pertolonganMu!

Rely on Allah Alone

 "Say to them, "Nothing (good or bad) can befall us except that which Allah has destined for us: Allah is our Guardian and the Believers should put their trust in Him alone." (9:51) 


In this passage a demarcation has been made between the attitudes of a man of the world and of a man of God. Whatever the man of the world does, he does it to please his own self. He exults if he attains some worldly ends but feels utterly dejected if he fails to attain them. Besides, he depends entirely on his material resources for his success and feels encouraged if these are favourable, but loses heart if these are unfavorable. 

In contrast to the man of the world, whatever the man of God does, he does it to please Him and trusts in Him and not in his own powers nor in material resources. Therefore he is neither exultant over his success in the cause of Allah nor loses heart by failure, for he believes that it is the Will of God that is working in both the cases. Therefore he is neither disheartened by disasters nor is filled with conceit by successes. This is because he believes that both prosperity and adversity are from Allah and are nothing but a trial from Him. Therefore his only worry is to do his best to come out successful in His test. Besides, as there are no worldly ends before him, he does not measure his success or failure by the achievement or failure of his ends.On the other hand, the only object before him is to sacrifice his life and wealth in the Way of Allah, and he measures the success or failure of his efforts by the standard he achieves in the performance of this duty. Therefore if he is satisfied that he has done his best to perform this duty, he believes that he has come out successful by the grace of God, though he might not have been able to accomplish anything from the worldly point of view; for he believes that his Allah in Whose cause he has expended his life and wealth will not let go waste the reward of his efforts. As he does not depend on the material resources only, he is neither grieved if they are unfavourable, nor feels exultant when these are favourable. His entire trust is in God Who is the controller of all the resources; therefore he goes on doing his duty even under the most unfavourable circumstances with the same courage and perseverance that is shown by the worldly people in favourable circumstances alone.

That is why Allah asked the Holy Prophet to say to the hypocrites, "There is a basic difference between you and us in regard to the conduct of affairs. We believe that both the good and the bad are from Allah: therefore the apparent result dces not make us happy or sad. Moreover, we depend on Allah in our affairs and you depend on material resources: so we are content and happy in all circumstances."

Tuesday, October 19, 2010

Cinta Datang Cinta Juga Pergi

Bak kata orang cinta datang cinta juga pergi... Apakah begitu lumrah org bercinta? Tak kiralah cinta kepada apa sekalipun... cinta kepada manusia, cinta kepada harta, cinta kepada anak/isteri, cinta kepada apa sahaja..

Apabila hati didatangi cinta, hati jadi gundah gulana, tak tentu arah, buat kerja satu pun tak kena dek penangan cinta... huhu. Hati parah tapi 'seronok' dilambung perasaan2 spt itu... Parah2! Itulah cinta kepada manusia, dunia dan seisinya. Orang bercinta selalu mengungkapkan kata2 'Dalam Hati Ada Taman!'... nak describe betapa SERONOKnya perasaan itu... huhu. Tak tau la taman species apa... mungkin taman haiwan liar kot! Huhu...

Cinta itu datang dan cinta juga pergi... Selalunya bila cinta yg satu datang, cinta yg lain akan pergi! Sebab hukum cinta itu... dia tak boleh mencintai dua orang dalam satu masa! Betul ke? Serasanya begitulah lumrah bercinta... walaupun dia boleh mencintai dua orang dalam satu masa, pastilah hatinya lebih cenderung kepada salah satu... maka berlakulah ketidak adilan. Huhu...

Begitulah cinta manusia-manusia vs cinta manusia-Allah... dahulu hatinya selalu berzikir, lidahnya sentiasa bertasbih memuji namaNya pagi dan petang, hatinya cuma ada Dia... Tapi pada suatu hari, Allah ingin menguji seteguh apakah cintanya itu. Maka bermulalah episode 'Dalam Hati Ada Taman'... Hari2 yg dilaluinya terasa begitu indah... Terlalu seronok diluar batas ungkapan bahasa! Huhu... Tetapi dia merasakan ada kekosongan dalam taman2 hatinya... Indah tapi tiada ketenangan, Indah tapi tidak sempurna. Rupa2nya ada satu cinta yg semakin jauh meninggalkannya... Hatinya tidak lagi mengalunkan zikir2 yg selama ini menjadi penyubur 'Taman Cintanya'. Cinta itu sedikit demi sedikit terkubur, pergi jauh meninggalkannya...

Hari ini dia tersedar dari hakikat cintanya... Cinta yg semakin jauh ditambatnya segera agar tidak semakin jauh diluar jangkuan. Kerana dia tak ingin hidup tanpa redhaNya, dalam sujud cintanya hanya ada DIA. Tidak mengapalah melepaskan satu cinta bagi mengharap CINTA yang SATU tidak pergi jauh. Tidak mengapa cinta sesama manusia terlerai tanpa ikatan atau terputus ditengah jalan... tapi tidak cinta manusia kepada Allah. Cinta manusia, cinta dunia, cinta harta takkan menjanjikan pengakhiran yg baik (errr... kalau tak disandarkan kepada yg empunya cinta... Allah). Hanya keranaMu Tuhanku aku hidup dan ku akan kembali kepadaMu.

Ya Allah aku ingin mencintaiMu, mencintai orang2 yg mencintai diriMu, mencintai amalan2 yg boleh mencintaiMu. Ya Allah jadikanlah aku mencintai Mu lebih daripada diriku sendiri, ahli keluargaku dan air yg sejuk... Ya Allah jangan uji aku dgn cinta dunia dan seisinya yg dapat memalingkan aku dari cintaMu...

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzholimin.

CURANG (FeelHoney)

ku akui ku pencinta sejati
ku berjanji yang Kau slalu kusayangi
namun KASIH (Tuhan) slalu ku bohongi 
betapa malunya aku menghadapMu..

mencariMu hanya bila ku rindu
mula bersujud hanya bila ku perlu
namun bila Kau beriku cinta
panggilanMu tak pernah aku mendengar

angkuhnya ku pada kejadianku
merasakan dunia lama milikku
'kan kelukah lidah bersyahadah cinta?
bila nafas di hujung nyawa

curangnya aku di setiap nafasku
melupakan aku hanya milikMu
jauhkah syurga dari pandangan?
kifarah dosa kini(sakit) ku rasakan

tuhan..berikan aku peluang
curang yang lalu takkan berulang

Sunday, September 5, 2010

My Death Penalty



"Sir, how are you today? Any better?", tanya senior doc kepada seorang pesakit lelaki yg di diagnosed pada bulan lepas dengan metastatic cancer of unknown origin. Hanya menunggu masa sahaja...

Dia menulis sesuatu pada kertas, "Not getting any better!", "Worst than yesterday", "So, IT'S TIME TO GO!", tulis lelaki separuh umur itu.

Aku yg sedang mencatit patient progress terhenti seketika. Hiba rasanya. Aku kuatkan diri agar menahan empangan air mata supaya tidak gugur.

"Wanie, just write in the plan to continue transfusion", kata senior doc. Aku mahu cepat2 keluar dari bilik itu. Tidak tahan melihat keadaan pesakit itu.

"Having a cancer is like getting a death penalty", kata senior doc itu kepada ku.

***

Semenjak menapakkan kaki ke department Oncology (tempat pesakit cancer), sudah beberapa kali hati ku luluh. Hiba. Melihat pesakit2 yg hanya tunggu masa dipanggil utk meninggalkan orang2 tersayang, dunia dan seisinya. Sanak saudara menangisi pemergian yg tersayang.

Gerun bila memikirkan aku berada pd tempat si pesakit. Apakah cukup bekalan yg ku bawa utk perjalananku ke alam lain? Apakah kubur itu jadi tempat istirehat ku atau jadi penjara tempat aku disiksa?

Sungguh, setiap manusia ada 'expiry date' nya... Kalau tahu bila tarikh luput nya mungkin tidak menjadi masalah... boleh beribadat, beramal sblm datang tarikh itu. Tapi, 'expiry date' kita hanya Allah yg tahu...

"Dialah yg menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui olehNya. Namun demikian kamu masih meragukannya."
(Al-An'am: 02)

Bila fikir balik, hampir setiap hari di ward ni ada sahaja yg pergi meninggalkan dunia ini. Maknanya setiap hari jugalah malaikat Izrail datang utk melakukan tugasnya. Setiap hari 'berselisih' dgn malaikat pencabut nyawa. Bila fikir balik, apakah aku pasti dia bukan datang untuk mencabut nyawaku?

Teringat lagu LAST BREATH...

From those around I hear a Cry, 
A muffled sob, a Hopeless sigh, 
I hear their footsteps leaving slow, 
And then I know my soul must Fly! 

A chilly wind begins to blow, 
Within my soul, from Head to Toe, 
And then, Last Breath escapes my lips, 
It's Time to leave. And I must Go! 

So, it is True (But it's too Late) 
They said: Each soul has its Given Date, 
When it must leave its body's core, 
And meet with its Eternal Fate. 

Oh mark the words that I do say,
Who knows? Tomorrow could be your Day, 
At last, it comes to Heaven or Hell
Decide which now, Do NOT delay!
Come on my brothers let us pray 
Decide which now, Do NOT delay!

Oh God! Oh God! I cannot see!
My eyes are Blind! Am I still Me
Or has my soul been led astray,
And forced to pay a Priceless Fee

Alas to Dust we all return,
Some shall rejoice, while others burn,
If only I knew that before
The line grew short, and came my Turn!

And now, as beneath the sod
They lay me (with my record flawed),
They cry, not knowing I cry worse,
For, they go home, I face my God! 


Oh mark the words that I do say,
Who knows, Tomorrow could be your Day,
At last, it comes to Heaven or Hell
Decide which now, Do NOT delay !
Come on my brothers let's pray
Decide which now, do not delay .... 

Ya Allah, panjangkanlah umur hamba utk hamba melakukan ketaatan kepada Mu. Ya Allah, jadikanlah umur terbaik hamba dipenghujungnya, jadikan amal terbaik hamba dipenutupnya, jadikan hari2 terbaik hamba saat bertemu dengan Mu. Ya Allah hamba memohon kepadaMu kematian yg baik dan tempat kembali yg tidak menyedihkan. Jadikanlah kematian sebagai kebebasan hamba dari segala keburukan. Amin...

Monday, August 23, 2010

Ada RAHSIA?

"Kamu kena pandai pilih tempat mengadu masalah2 kamu kerana takut nanti orang lain menggunakan kelemahan itu untuk menjatuhkan maruah kamu pula." (Anonymous, 2010)


Benar sekali kata2nya... Kadang2 orang perempuan ni bila dah ada masalah dia suka cerita kat teman rapatnya. Ye lah kan, tak boleh simpan lama2... takut nanti 'meletup'. Maka dengan cara mengadu dan menceritakan masalah kepada teman rapat yg 'dipercayai' sahajalah jalan untuk melepaskan bebanan yg mengasak dada. 


Tapi wahai saudari... hati2lah dengan rahsia2 anda. Jangan terlalu percaya pada teman rapat anda (walaupun kawan kita tu nampak 'baik')... kadang2 kita nampak kawan kita tu boleh 'diharap' menyimpan rahsia tapi rupa2nya dibelakang kamu rahsia itu bukan lagi rahsia. Satu kampung tahu... alahai sedihnye! Apatah lagi kalau perihal itu bersangkut paut dgn aib org lain juga. Kadang2 orang perempuan ni kalau dah banyak sangat simpan rahsia orang, dia jadi tak senang duduk. Otot2 mulut kaum hawa ni rasanya terlebih banyak motor neurons kot berbanding kaum Adam. Hihihi... mungkin sbb tu mulut lebih pantas daripada otak. Impulse lebih pantas ke mulut berbanding ke otak. Huhu... kadang2 lepas dah terlepas cakap tu baru tersedar dah membuka aib org lain. Hmm... kalau tersedar tak pe, takut tak sedar2... lepas tu cerita kat org lain dan org lain dan org lain. 


Nak mengadu? Silakan... tp carilah org yg benar2 dapat menyimpan rahsia kamu. Yg pasti sebaik2 penyimpan rahsia adalah Allah. Dialah tempat mengadu, Dialah tempat menangis, Dialah tempat meminta bantuan, Dialah sebaik2 sandaran. Lepas ni kalau ada masalah seberat Mount Aoraki sekali pun, mengadulah kat Allah, merintihlah kat Allah, menangislah kat Allah... bukankah Dia yg lebih berhak untuk kita meminta bantuan? DIA lebih layak utk kita letakkan total kepercayaan kita...


Wahai yg diamanahkan menyimpan rahsia... kalau rasa tak boleh simpan aib atau rahsia kawan kamu lebih baik jangan tadah telinga kamu. Kalau dah banyak sangat simpan rahsia dan aib orang lebih baik jangan tadah telinga kamu. Bayangkanlah org menceritakan aib kamu kepada org lain... apa perasaan kamu? Marah? Kalau kamu marah maka kawan kamu juga punya perasaan yg sama... Jgn dipijak2 kepercayaan yg kawan kita dah berikan kepada kita. Pelik... kita baca Quran hari2, kita baca maksudnya sekali... apakah masih tidak faham2????? Nasihat utk diriku juga sebagai kaum Hawa... 

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.  Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” 
(QS Al-Hujurât (49):12)



Ya Allah…
Hanya padaMu tempat kami memohon perlindungan…padaMu tempat kami mengadu…jauhilah kami dari anasir jahat, jauhi kami dari penganiayaan…jauhi kami dari hasad dengki dan kejahatan hati manusia…lindungilah kami Ya Allah…

Nasihati juga dikala aku terlupa wahai pencinta nasihat...


Sunday, July 25, 2010

Tahu Semua Dlm Sesuatu dan Tahu Sesuatu Dlm Semua



"Kita kena tahu semua dalam sesuatu perkara dan tahu sesuatu dalam semua perkara"

Bukan brain teaser... tp kalau baca betul dan fikir2kan dengan sedalam2nya kalian akan dapat menangkap maksud disebalik ayat. Ayat tu sangat berkait rapat dengan kita as a student, kita as a doc, kita as a Muslim, kita as a bla bla bla... Kalau faham ayat tu dan praktikkan dlm kehidupan kita seharian insya Allah kita akan jadi insan yg luar biasa.

Ada satu incident yg berlaku menyebabkan aku berfikir lama... incident ni berlaku minggu lepas. Masa tu seorang senior doc tanya aku mengenai seorg patient yg aku admit pada hr tu... doc ni tahu je kan kelemahan aku dlm area anatomy dan physiology. Apa yg dia kata, "You should know human anatomy. That's why the first thing we learnt in Med School is anatomy. I'm here to train you to be a good house surgeon. I don't want you to be like many house surgeon out there who do not know basic physiology and human anatomy...." Dia mengingatkan aku dgn nada yg tegas tapi ikhlas. Sejak dr hr tu aku mula berfikir, macam ni ke nak jadi a good doc kalau human anatomy and physiology pun dah tak ingat. Sebagai org Islam aku kena lebih kehadapan kerana Islam sendiri sangat mementingkan budaya ilmu. Bagaimana attitude aku terhadap ilmu? Apakah selama ini aku sudah merasa puas dgn ilmu yg aku ada sehingga tak perlu lg utk meng'update'... Bila fikir balik, bukankah indeks atau penanda arah suatu tahap kemajuan itu akan sentiasa berubah2 setiap masa?

Teringat pesan Rasulullah saw dlm hadis yg diriwayatkan oleh Tirmizi drpd Abu Hurairah r.a:
"Kata-kata hikmat itu telah hilang (terlepas) dari orang mukmin, maka dimana sahaja kamu dapatinya, maka kamu lebih layak memilikinya."

Ilmu perubatan asalnya drpd org Islam (ilmu yg datangnya dr Allah)... bahkan didalam al-Quran Allah banyak menjelaskan dlm firman2Nya mengenai ilmu perubatan. Ibnu Sina merupakan bapa perubatan moden. Ilmu ini telah dirampas dari generasi awal Islam... dan inilah tanggungjawab kita utk merampas semula apa yg telah hilang dr kita orang Islam. Mulai dr hari ini, there's no such thing as I hate anatomy/physiology because they are so complicated to understand... or I'm not very good at Neuro because they are so complex to comprehend. Kepakaran Ibnu Sina bukan sahaja terbatas dlm bidang perubatan tetapi dalam bidang astronomi, metafizik, music, sastera dan agama.

Teringat satu pagi kat orthopaedic patient handover meeting, seorang patient ni ada acute coronary syndrome (ACS)... maka hangatlah perbincangan pagi2 tu mengenai ACS ni, hangatnya disebabkan consultant2 Ortho ni tak tahu apa tu penyakit ACS. Wahhh... sampai camtu sekali rupanya... kalau dah buat specialization banyak benda yg kita dah belajar sebelum ni hilang macam tu sahaja. Sama juga dgn seorang consultant O&G bertanya mengenai AF (Atrial Fibrillation)... Kerana dia hanya deal dgn 'Oh' and 'Gee' maka dia tak tahu perihal anatomy atau physiology of the heart. Bila fikir balik, apa yg kita belajar selama ni hilang macam tu sahaja... Kalau doc tulang kene tahu pasal tulang belulang aje la tak perlu tahu pasal heart atau reproductive system sbb tak relevent utk kerja diorang. Hehehe...

Marilah kita jadi macam Ibnu Sina yg tahu SEMUA dalam BIDANGnya... dan tahu SESUATU dalam SEMUA PERKARA (astronomi, fizik, music etc etc etc)...
Kalau nak jadi doc kene jadi betul2 doc... kene tahu SEMUA yg berkaitan dengan BIDANGNYA dan pada masa yg sama dia kene TAHU SESUATU dalam SEMUA perkara eg astronomi, matematik, geography, history etc etc etc. Bukankah salah satu ciri dalam 10 muwasofat tarbiyah ialah luas ilmu pengetahuannya?
Walaupun kita doc, kita tahu kalau tak banyak pun sedikir mengenai ilmu astronomi, ilmu sastera, ilmu matematik etc etc. Umat Islam kena RAKUS ILMU... sebab ilmu ni semua datang dr Allah, dan ilmu ni semua ilmu Allah. Malulah kalau org bukan Islam berlumba2 mengejar ilmu, tp org Islam mempunyi attitude yg negative terhadap ilmu atau pemalas...

Marilah RAKUS ILMU! Mari RAMPAS PERMATA yg terlepas dr orang Islam.

Sunday, July 11, 2010

A Muslim who Happen to be a Doctor & a Doctor who Happen to be a Muslim



Masih aku teringat2 peer group meeting Jumaat lepas mengenai holistic medicine cara barat... semasa meeting tu seorang kawan, juga seorang Muslim menceritakan bahawa dia kurang sedap hati utk berhadapan dgn case2 lesbian/gay... daripada penjelasannya apa yg aku faham dia kurang senang berhadapan dgn case2 sedemikian rupa disebabkan oleh pertama2nya ajaran Islam sendiri mengancam perbuatan kaum Nabi Lut itu dan meminta pandangan daripada Mentor kami bagaimana utk mengelakkan perasaan sedemikian rupa supaya lps ni bila ada kes seperti ini dia selesa berhadapan dgn case2 sedemikian rupa...


Kata Mentor ku "Apa yg SEPATUTNYA sebagai seorang doktor awak patut lakukan?"... Balas kawanku, "I should put aside this personal feeling!"... Kata kawanku yg seorang lagi (juga seorang Muslim), "Masalah pesakit kita samada dia gay atau lesbian BUKAN masalah kita. Sebagai seorang doktor, kita TIDAK BERHAK utk campur tangan dalam urusan hidup mereka. Tugas kita HANYALAH merawat mereka." Apa yg mentork ku kata? "VERY GOOD! That's what a doctor should do! Don't let our personal feeling impact the patient's right to receive treatment..."



Aku sedikit kurang senang mendengarnya, aku jadi tidak senang duduk... teringat sabda Rasulullah yg lebih kurang ertinya:
"Barangsiapa diantara kalian menyaksikan satu kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya. Maka jika tidak mampu dengan hatinya dan itulah selemah-lemah iman."


Kalaulah dgn hati itu selemah2 iman... apa jadi kalau dengan hati pun tak mampu? Bukankah perasaan tidak suka kepada cara hidup sebegitu suatu yg fitrah bg seorang Islam... kenapa rasa bersalah atas perasaan yg timbul tu?


Aku membuka bicara, "Bukankah perasaan itu suatu yg natural (natural perkataan yg aku guna utk fitrah) sebagai seorang Islam sebab perbuatan gay/lesbian itu sendiri dikecam oleh Islam dan Kristian (aku melihat mentorku bila aku menyebut Kristian). Mungkin agak sukar utk mengubah perkara ini kat Western countries sbb gay/lesbian is acceptable tapi mempunyai perasaan janggal/tidak senang dengan CARA/GAYA HIDUP gay/lesbian adalah TIDAK SALAH! Tetapi apabila perkara ini berlaku kat Muslim countries (tempat kami semua akan kembali bertugas barangkali suatu hari nanti) dan berlaku pada saudara Muslim kita adalah menjadi tanggungjawab kita utk ambil peduli."


"Tetapi sebagai seorang DOKTOR tanggungjawab kita adalah MERAWAT, samada pesakit kita gay/lesbian kita tak perlu ambil tahu. Itu hak mereka", kata kawanku mencelah. Perbualan semakin hangat dan rancak...


Mentorku mencelah, "I'm a very strong Christian. My family against gay practice. (Tapi tidak pula dia memberitahu kpd kami yg agama Kristian mengecam perbuatan kaum Nabi Lut itu) Memang susah utk mengenepikan perasaan kita. Tapi sebagai seorang doktor tugas kita adalah untuk merawat pesakit kita." Juga penjelasan yg sama... TUGAS KITA ADALAH MERAWAT PESAKIT! MAKA TUGAS KITA BUKAN UNTUK MERAWAT PENYAKIT HATI! Dalam hati aku bermonolog, 'Apakah ini yg mereka maksudkan Holistic Approach?'


Aku melontarkan soalan tapi soalan yg tak minta dijawab... soalan utk mereka berfikir, "Apakah tugas kita hanya sebagai seorang doktor? Saya seorang doktor, saya juga seorang kawan, saya juga seorang isteri, saya juga seorang ibu, saya juga seorang bapa, saya juga seorang anak, saya juga seorang Islam, saya juga merupakan salah seorang daripada komuniti saya etc etc etc. Dan tugas saya BUKAN sahaja sebagai seorang doktor. Dan sebagai seorang Islam, apabila pesakit saya seorang yg Islam dan dia juga melakukan perbuatan gay/lesbian... maka saya akan bertindak sebagai seorang Islam kerana dia saudara saya dan saya sayang saudara saya, dan saya ingin dia kembali kepada normality... dan bila saya menjalankan tugas saya sebagai seorang Islam maka saya juga menjalankan tugas saya sebagai seorang doktor pada masa yg sama... dan apabila pesakit saya itu seorang Islam, dan pada masa yg sama dia juga merupakan kawan baik saya, dan dia melakukan perbuatan gay/lesbian... maka saya akan melakukan tugas2 saya sebagai seorang Islam, doktor dan juga sebagai sahabat!!! Saya yakin kita semua bertindak atas landasan2 ini..."


"Well it's quite tricky. I don't know the answer to that. (Well, aku tak inginkan jawapan dari soalan yg baru ku lontarkan... cuma mahu kalian berfikir sejenak!) Saya bersetuju dgn anda. Saya pernah mempunyai experience seperti itu semasa saya bertugas sebagai seorang GP. Saya didatangi oleh kawan baik saya di klinik saya. Dan saya tahu sakit mentalnya disebabkan oleh sikap suaminya kaki minum, verbally abusive etc. Akhirnya dalam konsultasi itu saya menasihatinya sebagai seorang teman dan juga sebagai seorang doktor. Tapi peranan saya sebagai seorang teman lebih mendominasi," Kata mentorku. Tiada sebarang komen selepas itu dari teman2 ku. 


Aku takut melihat bagaimana 6 tahun belajar di negara orang putih bisa mengubah segala2nya, 6 years is enough to indoctrinate us, 6 tahun bisa mengubah cara berfikir seorang Muslim, 6 tahun bisa mengubah sensitivity kita terhadap saudara seMuslim kita, 6 tahun bisa melupakan tanggungjawab kita yg aula'... cuma 6 tahun!!! 6 tahun disuapkan dgn ilmu2 Barat yg kadang2 tak berfaedah! Islam menyediakan jalan setiap penyelesian... berfikirlah mengikut neraca Islam, bertindaklah mengikut neraca Islam... jangan takut berdiri teguh utk agama kita... bukankah org yg menolong agama Allah itu Allah juga akan menolongnya... Umat Islam sedang sakit, umat sedang COMA... yang coma harus dimasukkan ke Intensive Care Unit - ICU (Unit Rawatan Rapi) dan mereka memerlukan doktor2 yg mampu memberi INTENSIVE THERAPY bagi menyedarkan mereka dari coma. 


Jadikan Islam sebagai priority kita dalam kita menjalankan tugas2 kita sebagai seorang anak, kakak, isteri, ibu, pelajar, kawan, doktor etc... Tak mahu menjadi doktor yang Muslimnya hanya secara kebetulan (A doc who happen to be a Muslim)... sebab dia dilahirkan sebagai seorg Muslim (tanpa diminta?), maka dia tidak bersungguh2 menjadi seorg Muslim atau Muslim ala kadar.  
Tp jadilah Muslim (yg gaya hidup Islamnya berakar umbi dlm hidupnya) dahulu sebelum doktor (A Muslim who happen to be a doc)... insya Allah apabila Islam disanjungnya dia akan menjadi seorang doktor yg baik, tidak kita di mana sahaja dalam keadaan apa sahaja Islam menjadi priority dan disanjungnya lebih dari dia menyanjung tugas seorang doktor.


Take home message: Jadilah FULL TIME MUSLIM (tidak kira samada semasa menjalankan tugas sbg seorang doktor, pelajar, ibu, isteri, kawan etc)... bukan PART TIME MUSLIM... kerana Islam itu adalah OUR WAY of LIFE...