Showing posts with label Imtihan. Show all posts
Showing posts with label Imtihan. Show all posts

Sunday, November 21, 2010

Lemah Pada Ujian-Nya


Teringat dua minggu lepas saat diri ini ditimpa ujian demi ujian. Ujian demi ujian yg berlaku pada hari yang sama dalam masa kurang dari 6 jam. Ujian yg sungguh, teramat hebat untuk aku terima, dunia seakan gelap ku rasakan... sehingga terasa lemah kakiku untuk berdiri. Aku terduduk dan air mata begitu deras membasahi pipi. "Ya Allah, ujian apakah ini ya Allah... Ya Allah, aku LEMAH ya Allah. Kau Maha Kuasa. Aku lemah ya Allah... aku tidak dapat lari dari ujian Mu, menolaknya juga aku tidak mampu," rintih hatiku. Hari2 yang ku lalui selama 2 minggu itu begitu melemaskan, begitu mendebarkan... aku seolah2 seperti seorang pesalah yang hanya menunggu hukuman-Nya. Rasanya seperti menunggu 'death penalty'... Aku pasrah pada ketentuanNya.

Alhamdulillah, pada hari Rabu yang lalu sempena Hari Raya Aidiladha... akhirnya aku berjaya melalui ujian Allah. Seolah2 suatu beban yang berat diangkat dariku... aku menangis! Tp tangisan kesyukuran kepadaNya. Terngiang2 firman2 Allah yang menjadi penawar duka disaat ujianNya bertamu:


"Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya" (2:286)
"Selamat sejahtera keatas mu kerana kesabaranmu" (13:24)


Kadang2 manusia diuji dengan ujian yang sama... cuma pada masa yang berbeza. Ada manusia yg diuji dengan ujian kewangan, masalah study, masalah dalam perhubungan sesama manusia dan sebagainya. Kadang2 terfikir kenapa Allah mahu menguji kita dengan benda yang sama, berulang2 kali? Apakah tidak cukup ujian yg lepas? Kenapa dengan ujian yg sama? Sehingga kadang2 kita rasa give up bila asyik diuji dengan benda yang sama... 

Allah menguji kita pada titik kelemahan kita. Ya, pada titik kelemahan kita! Allah akan uji kita berkali2 pada titik kelemahan kita sehingga kita berjaya mengatasi titik kelemahan kita! Sampai kita mampu memperbaiki kelemahan kita itu... Ibarat seorang pelajar yg menghadapi peperiksaan. Kalau ada subject dia gagal, maka si Cikgu akan membuat ujian tambahan supaya pelajar tadi lulus. Subject yang sama, cuma soalan2nya sedikit berbeza dari ujian yg sebelumnya. Begitulah analoginya ujian dari Allah... Ujian itu menguatkan lagi hamba-Nya. 


~Berbahagialah kerana anda dipilih oleh Nya~

Berbahagialah anda2 yang diuji... kerana anda adalah org istimewa yg Allah pilih utk menerima ujianNya. Allah akan berikan ujian yang sama kepada kita sampailah kita benar2 dianggap lulus pada pandangan Allah dan layak utk naik ke darjat seterusnya. Bukankah itu bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya? DIA juga ingin menguji sejauh manakah iman kita... mampukah kita mengharungi ujianNya mengikut syariatNya atau sebaliknya? Apakah ujian itu membawa kita semakin dekat kepadaNya? Memohon bantuan daripadaNya yg telah memberikan kita ujian dan percayalah Dialah juga yang akan membantu kita menyelesaikannya. Dari Dia ujian datang dan padaNya ada solution. 

Ingin berkongsi hadis yang selalu menjadi pengubat hati dikala ditimpa musibah/ujian...
Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: "Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari."

Alhamdulillah, syukur atas nikmat yg selalu Kau beri kepadaku tanpa berhitung. Ujian dariMu menambahkan lagi keimananku bahawa Kau Maha Kuasa dan aku hamba yang lemah, aku tidak mampu untuk menolak atau lari dari ujianMu... tiada kuasa dan daya melainkan dengan pertolonganMu!

Rely on Allah Alone

 "Say to them, "Nothing (good or bad) can befall us except that which Allah has destined for us: Allah is our Guardian and the Believers should put their trust in Him alone." (9:51) 


In this passage a demarcation has been made between the attitudes of a man of the world and of a man of God. Whatever the man of the world does, he does it to please his own self. He exults if he attains some worldly ends but feels utterly dejected if he fails to attain them. Besides, he depends entirely on his material resources for his success and feels encouraged if these are favourable, but loses heart if these are unfavorable. 

In contrast to the man of the world, whatever the man of God does, he does it to please Him and trusts in Him and not in his own powers nor in material resources. Therefore he is neither exultant over his success in the cause of Allah nor loses heart by failure, for he believes that it is the Will of God that is working in both the cases. Therefore he is neither disheartened by disasters nor is filled with conceit by successes. This is because he believes that both prosperity and adversity are from Allah and are nothing but a trial from Him. Therefore his only worry is to do his best to come out successful in His test. Besides, as there are no worldly ends before him, he does not measure his success or failure by the achievement or failure of his ends.On the other hand, the only object before him is to sacrifice his life and wealth in the Way of Allah, and he measures the success or failure of his efforts by the standard he achieves in the performance of this duty. Therefore if he is satisfied that he has done his best to perform this duty, he believes that he has come out successful by the grace of God, though he might not have been able to accomplish anything from the worldly point of view; for he believes that his Allah in Whose cause he has expended his life and wealth will not let go waste the reward of his efforts. As he does not depend on the material resources only, he is neither grieved if they are unfavourable, nor feels exultant when these are favourable. His entire trust is in God Who is the controller of all the resources; therefore he goes on doing his duty even under the most unfavourable circumstances with the same courage and perseverance that is shown by the worldly people in favourable circumstances alone.

That is why Allah asked the Holy Prophet to say to the hypocrites, "There is a basic difference between you and us in regard to the conduct of affairs. We believe that both the good and the bad are from Allah: therefore the apparent result dces not make us happy or sad. Moreover, we depend on Allah in our affairs and you depend on material resources: so we are content and happy in all circumstances."

Tuesday, October 19, 2010

Cinta Datang Cinta Juga Pergi

Bak kata orang cinta datang cinta juga pergi... Apakah begitu lumrah org bercinta? Tak kiralah cinta kepada apa sekalipun... cinta kepada manusia, cinta kepada harta, cinta kepada anak/isteri, cinta kepada apa sahaja..

Apabila hati didatangi cinta, hati jadi gundah gulana, tak tentu arah, buat kerja satu pun tak kena dek penangan cinta... huhu. Hati parah tapi 'seronok' dilambung perasaan2 spt itu... Parah2! Itulah cinta kepada manusia, dunia dan seisinya. Orang bercinta selalu mengungkapkan kata2 'Dalam Hati Ada Taman!'... nak describe betapa SERONOKnya perasaan itu... huhu. Tak tau la taman species apa... mungkin taman haiwan liar kot! Huhu...

Cinta itu datang dan cinta juga pergi... Selalunya bila cinta yg satu datang, cinta yg lain akan pergi! Sebab hukum cinta itu... dia tak boleh mencintai dua orang dalam satu masa! Betul ke? Serasanya begitulah lumrah bercinta... walaupun dia boleh mencintai dua orang dalam satu masa, pastilah hatinya lebih cenderung kepada salah satu... maka berlakulah ketidak adilan. Huhu...

Begitulah cinta manusia-manusia vs cinta manusia-Allah... dahulu hatinya selalu berzikir, lidahnya sentiasa bertasbih memuji namaNya pagi dan petang, hatinya cuma ada Dia... Tapi pada suatu hari, Allah ingin menguji seteguh apakah cintanya itu. Maka bermulalah episode 'Dalam Hati Ada Taman'... Hari2 yg dilaluinya terasa begitu indah... Terlalu seronok diluar batas ungkapan bahasa! Huhu... Tetapi dia merasakan ada kekosongan dalam taman2 hatinya... Indah tapi tiada ketenangan, Indah tapi tidak sempurna. Rupa2nya ada satu cinta yg semakin jauh meninggalkannya... Hatinya tidak lagi mengalunkan zikir2 yg selama ini menjadi penyubur 'Taman Cintanya'. Cinta itu sedikit demi sedikit terkubur, pergi jauh meninggalkannya...

Hari ini dia tersedar dari hakikat cintanya... Cinta yg semakin jauh ditambatnya segera agar tidak semakin jauh diluar jangkuan. Kerana dia tak ingin hidup tanpa redhaNya, dalam sujud cintanya hanya ada DIA. Tidak mengapalah melepaskan satu cinta bagi mengharap CINTA yang SATU tidak pergi jauh. Tidak mengapa cinta sesama manusia terlerai tanpa ikatan atau terputus ditengah jalan... tapi tidak cinta manusia kepada Allah. Cinta manusia, cinta dunia, cinta harta takkan menjanjikan pengakhiran yg baik (errr... kalau tak disandarkan kepada yg empunya cinta... Allah). Hanya keranaMu Tuhanku aku hidup dan ku akan kembali kepadaMu.

Ya Allah aku ingin mencintaiMu, mencintai orang2 yg mencintai diriMu, mencintai amalan2 yg boleh mencintaiMu. Ya Allah jadikanlah aku mencintai Mu lebih daripada diriku sendiri, ahli keluargaku dan air yg sejuk... Ya Allah jangan uji aku dgn cinta dunia dan seisinya yg dapat memalingkan aku dari cintaMu...

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzholimin.

CURANG (FeelHoney)

ku akui ku pencinta sejati
ku berjanji yang Kau slalu kusayangi
namun KASIH (Tuhan) slalu ku bohongi 
betapa malunya aku menghadapMu..

mencariMu hanya bila ku rindu
mula bersujud hanya bila ku perlu
namun bila Kau beriku cinta
panggilanMu tak pernah aku mendengar

angkuhnya ku pada kejadianku
merasakan dunia lama milikku
'kan kelukah lidah bersyahadah cinta?
bila nafas di hujung nyawa

curangnya aku di setiap nafasku
melupakan aku hanya milikMu
jauhkah syurga dari pandangan?
kifarah dosa kini(sakit) ku rasakan

tuhan..berikan aku peluang
curang yang lalu takkan berulang

Saturday, April 10, 2010

Manisnya Buah Kesabaran



Beruntunglah jiwa yang tetap gagah mensyukuri Allah walau apa jua ujian yg menimpanya.

Anas r.a pernah meriwayatkan hadis secara marfu':
"Sesungguhnya, besarnya pahala bergantung pada besarnya cubaan. Jika Allah mencintai sesuatu kaum maka Dia akan mengujinya dengan cubaan. Barangsiapa yang redha atas cubaan tersebut maka dia mendapat keredhaan Allah dan barangsiapa yang berkeluhkesah (marah) maka ia akan mendapat murka Allah."

Sungguh setiap cubaan dan ujian menguji kesabaran. Bahkan sekecil-kecil cubaan seperti menunggu bas juga memerlukan kesabaran yg cukup menguji kesabaran! Malah seorang anak kecil menanti ibunya buat donut sekali pun memerlukan kesabaran... tapi diakhir penantian itu suatu yg amat indah dan manis. Akhirnya bas yg ditunggu akhirnya muncul... akhirnya perut kenyang diisi dengan donut hasil air tangan si ibu. Semakin kita meningkat dewasa, semakin 'dewasa' jugalah ujian kita bagi menguji se'dewasa' manakah tahap kesabaran kita... Maka beruntunglah org2 yg dipilih oleh Allah utk menerima ujian-Nya... lagi beruntung apabila org2 yg apabila diuji Allah, dia bersabar...

Berada jauh di negara orang telah membawa aku mengenal dengan begitu banyak ujian hidup. Ujian kadang2 memenatkan... dan di sini jugalah baru ku fahami dan ku rasai betapa INDAHNYA dan MANISNYA BUAH KESABARAN... terlalu manis dan terlalu indah yg takkan mampu ku ungkapkan dengan kata2... takkan mampu untuk ku kongsi di alam maya ini. Buahnya terlalu manis sehingga menjadikan org yg merasakannya mabuk dan ketagih, menjadikan dadanya berbunga2 yg menyesakkan, menjadikan org yg merasakannya menitiskan air mata kesyukuran, sehingga membuatkan seorang hamba bersujud memuji Maha Pemberi Ujian dan Maha Pemberi Rahmat... Dan ini juga tidak mampu untuk mengungkapkan perasaan org2 yg pernah merasai buah kesabaran. Aku pernah menceritakan hal ini kepada seorang adik di sini betapa setiap kesusahan akan berakhir dengan kesenangan, dan apabila yg diuji itu redha dengan ujian-Nya tanpa keluhkesah dan Tawakal dengan sebenar2 Tawakal kepada Allah... maka tunggulah hasilnya. Seakan2 bebanan yg berat terangkat dari dirimu... itulah yg aku rasakan... Ujilah hambaMu ini jika ujian itu mengangkat darjatku diakhirat kelak, Ujilah hambaMu ini jika ujian itu mambawa hambaMu ini dekat dengan Mu...

Ingatlah jika kau diuji dengan penyakit... ingatlah Nabi Ayub lagi teruk diuji oleh Allah dengan penyakit. 
"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44)
Maka bersabarlah... kerana buah kesabaran itu manis dan indah...

Ingatlah jika kau diuji dengan urusan kewangan... ingatlah bukan manusia yg memberikan kau rezeki tapi Allah-lah Maha Pemberi Rezeki...

Alhamdulillah atas segala ujian dan rahmat Mu ya Allah... kerana ianya mematangkan hamba Mu ini. Kerana ujian Mu aku kenal akan indahnya dan manisnya buah kesabaran...

Nukilan dari hati insan kerdil yg melalui ranjau2 hidup dgn mengharap redho Allah dalam setiap ujianNya...

Friday, March 12, 2010

Mencari Kembali Kekuatan Yang Hilang


On call on call on call... amat memenatkan, kekadang hampir mengerah segala tenaga dan kudrat yg ada. Kesibukan  dan keletihan yg kadang2 melekakan dan menjauhkan aku dari tanggungjawab2 yg lain yang lebih aula' atau prioriti. Sehingga satu tahap apabila alarm clock mobile phone ku berbunyi (petanda bermulanya hari yg busy)... aku berperang diantara tanggungjawabku dengan rasa malasku dan rasa letih yg masih bersisa. Sehingga keadaan itu menyebabkan aku bertanya diri ini, 'apakah aku sanggup untuk meneruskan career ini? apakah aku sanggup punya lifestyle seperti ini?'... pemikiran2 yg melemahkan semangat dan merapuhkan benteng2 kekuatan yg ku bina selama ini.

Aku beristighfar... beristighfar tatkala pemikiran2 yg tak dijemput bertandang mengetuk pintu mujahadah yg binaanya masih belum benar2 utuh.Tatkala itu juga aku membetulkan niat. Aku harus belajar untuk mengikhlaskan diri dlm pekerjaan yg membutuhkan nilai kesabaran yang tinggi. Kalau masih belum ikhlas... harus berusaha utk belajar istikhlas. Life is not always what we want it to be...

Ya Allah wahai yg memudahkan segala yg sukar, wahai penguat segala yg lemah... Mudah bagimu memudahkan segala yg susah. Ya Allah aku memohon kepadaMu dengan semua asma' yg menjadi milikMu. Ya Allah Engkau telah memilih aku untuk berada dijalan ini, dan aku selalu meminta kepadaMu untuk sentiasa thabat dan tetap dijalan ini, maka aku minta kepadaMu agar diberi kekuatan, kesabaran dan terus mujahadah dijalan ini. Ya Allah berilah aku kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran utk menyambung risalah suci dan mulia ini. Jgn jadikan aku pengkhianat yg memutuskan mata rantai kesinambungan ini dgn sikap malas ku dan mendambakan kerehatan dan enggan berda'wah kerana cintakan dunia. Ya Allah bantulah aku untuk merawat kembali sayap mujahadahku yg patah agar aku bisa terbang utk meneruskan tanggungjawabku yg tergendala.

-Sekadar luahan perasaan setelah lama tak mengupdate-

Tuesday, February 9, 2010

Selangkah Mendekati MU



~Aku pilih ujian-MU jika kerana ia dapat membawa aku selangkah mendekati-MU~

-Ghazwanie As-Sabahi-


Monday, February 8, 2010

Buatmu Ukhti: Apabila Kitab Mendahului


Ku lihat cuaca yang begitu indah dari tingkap kaca yg besar dari bilik tidurku. Dada langit begitu bersih tanpa tompokan awan... matahari bersinar menebarkan bahangnya di bumi Dunedin yg jarang2 panas. Pepohonan menari gemalai ditiup angin semilir. Sekali sekala bunyi wind chime berlaga ditiup angin menghasilkan irama yg mengasyikkan. Jelas kedengaran bunyi serangga dan cengkerik sahut menyahut menandakan musim summer di Dunedin. Semuanya bertasbih memuji kebesaran Allah. Cuma manusia tidak mengerti... 

Aku tersenyum melihat keadaan yang tenang itu. Dalam hati bertasbih memuji kekuasaanNya. Sepatutnya hari ini cuaca mendung menurut weather forecast. Allahu akbar... Sesungguhnya manusia tidak mampu mengagak apa yg ada dihadapannya, apatah lagi mahu mengubah apa yg sudah tersurat. 

Pada ketika ini, pada saat ini, pada hari ini... di sana mungkin mendung, di tempat yg lain mungkin hujan yg lebat, di utara hemisphere mungkin salji lebat menutupi sebahagian bumi... kita duduk di bumi yang sama, namun kita mengalami cuaca yg berbeza. Sekali lagi Allahu Akbar!

Pada hari ini juga, ada hati yg gembira... namun ada hati yg sedih. Pada saat ini, mungkin ada hamba Allah yg diberi ujian... ada juga hamba Allah yg diberi kesenangan. Tapi bukankah kesenangan itu juga suatu ujian? Mungkin semalam dia diberi ujian dlm study-nya, esoknya Allah masih memilihnya dan diberiNya ujian dlm urusan jodohnya pula. Kemudian ditambah dengan ujian yg tak pernah putus iaitu ujian kewangan. Bukankah ujian itu tanda sayangNya pada hamba2Nya yg beriman. Orang yg beriman manakah yg Allah tinggalkan tanpa menguji sejauh/setinggi mana tahap keimanannya... 

Buat yg diuji, ingatlah ini adalah cara Allah mentarbiyyah diri kita. Ujian itu sendiri adalah ujian! Kerana ujian ini menguji sedalam mana tahap kecintaan seorang hamba terhadap Penciptanya. Sedalam mana pengharapan dan pergantungan seorang hamba kepada Penciptanya. 

Buat kamu yg membaca entry ini, kamu diuji? Ingatlah ujian itu juga adalah sebahagian dari rezekimu yg sudah termaktub dalam kitab di Lauh Mahfuz. Kalau kamu tidak mendapatkan apa yg kamu idam2kan, ingatlah berkemungkinan ianya bukan hakmu menurut ilmu Allah. Sehebat mana pun usaha yg kamu laburkan kearah yg kamu idamkan... apabila kitab di Lauh Mahfuz mendahului, maka kamu tidak berkuasa untuk mengubahnya. Sehampir mana pun kamu dengan apa yg kamu inginkan, jika kitab mendahului... maka tiada daya dan upaya kita. Tapi percayalah, Allah tidak pernah mensia-siakan usaha hamba2Nya. Yg Allah pandang bukan pada natijah terakhir... natijah terakhir sama ada sesuai dgn kehendak kita atau tidak adalah sama disisi Allah. Kedua2nya baik disisi Allah. Maka jgn kau terlalu tangisi apabila hasil tidak seperti yg kau harapkan. Kerana Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk dirimu. Bukankah ilmu Allah itu luas? Bukankah Allah itu Maha Teliti, Maha Halus?

Mungkin Allah ingin memperkasakan peribadi mu, iman mu melalui ujian ini. Maka jangan kau rasa rendah diri dikalangan sahabat2mu, dikalangan manusia lain terhadap ujian yg melanda dirimu. Berbahagialah kerana Allah memilihmu dari kalangan berjuta manusia di muka bumi ini untuk menerima ujian-Nya. Anggaplah ianya suatu penghargaan dari Allah. Kerana Allah mahu kau semakin dekat pada Nya... kerana Allah begitu rindu akan rintihan mu dalam untaian doa2mu. Kerana Allah rindu pada air mata yg menangis mengharapkan keampunanNya. Berbahagialah dgn ujian ini...

Akhir kata buatmu ukhti, semoga terus tabah dalam mengharungi hidup ini.
Life is NOT a fairy tale!!!!!! Doa kami bersama mu.  


Sunday, December 13, 2009

Selalu Memandang Ke Atas Sehingga Terlupa Nikmat Depan Mata




Kita selalu membandingkan diri kita dengan rakan2 kita yg lain. Selalunya yg dibanding bukan calang2. Selalunya yg dibanding adalah org yg lebih hebat dari diri kita dari segala serba serbi. Selalu nya lah kan! Selalu juga terjadi symptom of low self-esteem atau jealousy bila dah kerap membanding-banding. Kadang2 tu timbul juga symptom rasa sedih melampau dek disebabkan kerap membanding-banding ini. Penat sebenarnya hidup menbanding-bandingkan nikmat dengan org lain. Apa tak nya... sudah tercapai apa yg dibandingkannya, PASTI akan dibandingkan dengan org yg lebih hebat lagi. Penat hidup untuk membanding! Baca betul2... hidup untuk membanding bukan hidup untuk memberi


Bahaya sebenarnya symptoms sebegini. Bukannya apa... ditakuti lama-kelamaan akan membentuk satu syndrome baru yg tak pernah ada dlm kamus Medicine. Sindrom selalu-pandang-atas! Kalau Englishnya boleh ditranslatekan sebagai Desirous Syndrome atau Ambitious Syndrome. Sesiapa yg berminat boleh la kaji lebih mendalam ttg penyakit ni. Mana tau boleh dapat novel treatment utk penyakit ni. 


Kenapa perkara sebegini boleh berlaku? Org yg suka membanding-banding ni suka memandang ke atas dan selalu memandang ke atas. Kadang2 terfikir juga kenapa... mungkin disebabkn oleh penyakit torticollis* (wry neck) barangkali! Jgn lupa bertemu doctor untuk suntikan Botox!


*Torticollis is a condition in which the head is tilted toward one side (cervical flexion) and the chin is elevated and turned to the opposite side (cervical extension)


(Ghazwanie please cut the crap!) 


Tak salah memandang ke atas sbb memandang ke atas boleh memotivasikan si pemandang untuk bercita2 tinggi dan berjiwa besar. Tp terlalu kerap sehingga menimbulkan rasa kurang bersyukur atas kurniaan Allah, atas nikmat Allah di depan mata juga tidak baik utk kesihatan jasmani rohani. Mulalah hati bermonolog 'kenapa Allah tak pilih aku', 'kenapa bukan aku', 'kenapa Allah tak bg aku rezeki/nikmat seperti si polan bin si polan' etc. Seolah2 kita lebih mengetahui apa rezeki atau nikmat yg terbaik dan sepatutnya utk kita. Seolah2 kita terlupa hakikat dunia sebagai tempat musafir berhenti seketika sebelum meneruskan perjalanannya ke kampung akhirat yg kekal abadi. Jangan jadi seperti kaum Yahudi yg tidak pandai bersyukur. Kisah mereka termaktub dlm Al-Quran surah al-Baqarah ayat 57 hingga 61. Allah menurunkan makanan terbaik dr syurga iaitu mann dan salwa. Tetapi mereka meminta makanan yg ditumbuhkan di bumi seperti sayur mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah. Dalam surah AL-Maidah ayat 64 juga Allah menceritakan sikap kaum Yahudi yg menuduh Allah itu kikir. Semoga kita tidak bersikap seperti sikapnya kaum yg dilaknat Allah ini. Naudzubillah...


Suka untuk mengingatkan diri ini yg rezeki itu Allah yg punya. Allah tak bg apa yg kita inginkan sebab didepan sana ada SURPRISE yg Allah dah sediakan utk kita. Surprise yg akan membuatkan kita surprised. Maka REDHA lah dgn ketentuan Allah, berSYUKURlah dengan kurnia dan rezeki yg diberiNya, dan berSABARlah utk digantikan dgn sesuatu yg lebih baik lagi. Percayalah setiap manusia sudah ditentukan rezekinya... setiap manusia telah ditentukan habuannya. Allah telah mengagihkan rezekiNya kepada setiap makhlukNya dengan menggunakan neraca keadilan yg tidak akan ada penzaliman berlaku. Maka janganlah berSEDIH HATI atas rezeki/nikmat yg bukan HAK kita.


Jangan segan memandang ke bawah mu. Bila kau pandang ke bawah, nescaya kau akan merasakan betapa bersyukurnya kau berada pada kedudukan mu. Kerana masih ramai lg yg tidak bernasib baik tapi hidup dlm penuh kesyukuran dan redha. Pasti kita akan merasa CUKUP (Qanaah) bila kita bandingkan diri kita dgn org yg berada di bawah kita. Lihatlah nikmat yg didepan mata... dan bersyukurlah. Jgn terlalu mengejar nikmat dunia sehingga terlupa mengucapkan syukur. Jgn terlalu mengejar nikmat dunia ditakuti akhirat jatuh berciciran. Ingatlah kita hanya MUSAFIR yg hanya singgah utk mengisi BEKALAN utk sampai ke DESTINASI AKHIRAT. Tak nak duduk berlama2an di tempat persinggahan takut terlewat sampai ke destinasi terakhir. Tak nak terlalu sarat membawa bekalan takut perjalanan ke sana menjadi perlahan. Cukuplah sekadarnya. Pandanglah ke atas mu seadanya dan pandanglah ke bawah mu seadanya juga. 


"Dan sekiranya ALLAH melapangkan rezeki kepada hamba-hambaNya nescaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi DIA menurunkan dengan ukuran yang dia kehendaki. Sungguh, DIA Maha Teliti terhadap (keadaan) hamba-hambaNya, Maha Melihat." (As-Syura: 27)




Wednesday, November 11, 2009

Sujud Syukurku Kepada MU

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا ڪَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَٮٰنَا‌ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَڪَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ (٥١)

Katakanlah (wahai Muhammad): Tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung yang menyelamatkan kami dan (dengan kepercayaan itu) maka kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal. (At-Taubah: 51)

Exam final dah pun tamat... result dah pun ku terima. Sujud syukur ku pada Mu ya Ilahi atas nikmat kejayaan yg KAU anugerahkan kepada hamba Mu ini. Mengalir air mata ku kerana pemberian nikmat Mu yg tak pernah putus. Kerana janji2 Mu yg tertulis diatas lembaran2 suci menjadikan aku terus tabah, teguh dan berharap sepenuhnya kepada Mu yg Maha Kuasa. Tatkala putus asa datang menyapa, ku ingat pesan Mu... "Tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami". Dengan pesan Mu aku terus gagahkan diri untuk bangun kembali walaupun terasa payah... walaupun terasa sakit. Kerana aku pasti kegagalan tidak akan menimpa diri ini melainkan sememangnya telah tertulis di Lauh Mahfuz. Maka ketidakpastian itu membawa aku untuk terus mencuba dan berusaha. Dengan kepercayaan itu juga aku bertawakal.

Semoga segulung ijazah itu nanti menjadi penerus risalah di bumi tarbiyah ini. Amin...

Cuti masih berbaki beberapa hari sebelum bermulanya Trainee Intern yr. Masih busy seperti selalu walaupun Summer Break yg sekejap cuma.
Un"FREE"ing our free time!

Monday, October 26, 2009

.::Kisah Nelayan Jepun & Ikan Jerung::.

p/s: gambar anatomy mulut shark tu tak betul... setahu aku shark mane ader uvula dan tonsils.


Saje nak berkongsi satu cerita menarik yg pernah ku dengar/baca mengenai nelayan Jepun dan ikan jerung. Bukan saja2 nak kongsi tp the morale of the story sangat menarik.

Mari Mengenal Org Jepun
Kalau nak tau... org2 Jepun sangat suka makan ikan yg fresh. Tapi laut berhampiran negara matahari terbit ni sebenarnya tak de la banyak sangat ikan. Mungkin ikan tak sempat membiak... asyik kene tangkap je kan! Habis diorang belasah... tak kira lah anak ikan ke atau atuk ikan. So nak dijadikan cerita... bagi memenuhi kehendak penduduk Jepun ni, nelayan2 kenelah pergi jauh ke tengah laut utk tangkap ikan. Ni kot yg dinamakan perikanan air dalam! Haha kene tanye org yg arif dlm perikanan. Huhu...

So bila nelayan2 ni menceburkan diri ke dalam perikanan air dalam... maka semakin lamalah perjalanan mereka utk membawa ikan2 'fresh' ni balik ke daratan. Ikan yg fresh pun boleh jadi busuk wooo! (Ye ke?) So problemnye skg Japanese do not like the taste of not-so-fresh fish!

Bagi menyelesaikan prob ni, nelayan2 ni pun install le freezers dlm boat diorang dgn harapan diorang dapat membekukan ikan2 fresh tu sebaik shj ditangkap. Diorang ingatkan boleh selesaikan masalah ni lah kan... Tebakan mereka salah! NB: Baca betul2! Tebakan! Bukan tembakan! Rupa2nya org2 Jepun ni mempunyai deria rasa yg sungguh supernatural. Diorang dapat bezakan ikan fresh ngan ikan frozen. Isk3... Setakat ni aku cuma boleh bezakan udang fresh ngan udah frozen ajer. Yer lah... Sabah kan kaya dgn seafoods, dah la murah!. Family aku sangatlah suka beli lobster, udang galah etc. Tak pernah aku makan udang frozen. Cuma bila kat New Zealand ni je 'terpaksa' makan udang frozen. Huhuhu...

Haa... dah tu... nelayan2 ni try pula install fish tanks dlm kapal laut dalam diorang. Baca betul2 ye... kapal laut dalam! Bukan kapal selam! Pandai betul nelayan2 Jepun ni... selepas tangkap ikan tu... ikan2 tu terus dimasukkan ke dalam tangki, hidup2! Well, they are not so clever... apa yg terjadi, ikan2 tu bila dah dok lama dalam tangki tu... diorang pun stop moving, look tired. Mungkin disebabkan mabuk laut kot! Yer la... selama ni diorang duduk dalam laut... tang ni diorang duduk atas kapal dalam tangki. Lain environment dia... Mungkin disebabkan temperature yg tak bersesuaian. Mungkin! Keterangan lanjut boleh tanya flatmate aku yg ambil course perikanan.

Yg penting ikan2 tu hidup laa dalam tangki tu sehingga sampai ke daratan. So nak percaya atau tidak... org2 Jepun ni masih boleh rasa perbezaan ikan fresh ngan ikan tak fresh. Mungkin disebabkan ikan2 tu tak bergerak2 selama beberapa hari... they had lost their fresh-fish taste. Org2 Jepun sukakan rasa ikan yg 'cergas'. Interesting, right? Stakat ni aku tak leh bezakan udang cergas dr udang tak cergas. Sbb tak tau diorang bersenam time bile. (Aku sendiri pun dah lama tak gi gym!) Huhuhu...

Haaaa... lepas tu nelayan2 ni came up with their brilliant idea. Bagi memastikan ikan2 tu sentiasa fresh dan cergas... diorang pun memasukkan anak JERUNG ke dalam tangki tu bersama ikan2 ni. Jerung tu memang makan a few fish... but most of the fish bila sampai ke darat, diorang masih 'fresh' dan cergas. Kenapa? Kerana diorang (ikan2 ini) nak tak nak kene lah berenang melarikan diri dari anak jerung tu. Kalau tak lari, kene 'ngap' la oleh jerung tu. Kesian gak ikan2 ni... banyak dugaan, ujian diorang... ingatkan manusia je yg diuji!

The morale of the story is... ujian2 dalam hidup kita ni boleh la diibaratkan seperti 'anak2 jerung'. Jerung2 ini memastikan hidup kita sentiasa vibrant, active... Allah turunkan ujian2 ini bagi mematangkan kita. Ujian2 ni menjadikan kita lebih competent. Kadang2 rasa tak termampu nak hadapi ujian2 dr Allah... mungkin disebabkan kurang 'vitamin'. Vitamin yg dpt memberikan stamina utk menghadapi ujian2 dr Allah. Mana nak dapat vitamin ni? Yg paling mujarab bukanlah yg berada di pharmacy... tp yg paling mujarab adalah Al-Quran.

Ok... masa utk sambung study! Dah habis masa rehat! Smoga bermanfaat. Hargailah jerung2 anda! Kerana jerung2 itulah yg menjadikan anda lebih tabah, sabar, matang, competent dlm hidup. Yg penting lebih cergas... (lepas ni tak yah g gym la... cukup ngan jerung2)

Sunday, October 25, 2009

Hanya Kepada-Mu Kami Bertawakal






Aku akhirnya meng'update' blog ni setelah sekian lama 'cuti'. Kalau ikutkan hati malas nak update... lg pun pada masa2 sebegini manalah aku punya masa utk meng'update' blog ni. Sekarang ni tgh cramming ngan study. Sekejap merantau rumah jiran kat bawah tu, esoknya ubah haluan ke library, lusa rasa nak study kat rumah sendiri, tulat... (remain mystery).

Teringat kedukaan seorang teman dalam studynya... masa critical camnilah banyak dugaan & ujian datang menyapa. Sememangnya ku fahami perasaannya. Ku cuba memberinya semangat utk terus berusaha disaat2 akhir ini. Aku cuma mampu memujuknya... kerana segalanya yg baik mahupun yg buruk yg menimpa kita sudahpun dlm perancangan Allah. Siapalah kita utk menolak ketentuanNya. Semoga dgn setiap ujian Mu Ya Allah... hati2 kami menjadi lebih dekat kepadaMu. Moga dgn setiap ujian2 Mu Ya Allah... kami menjadi hamba2 Mu yg bersyukur. Aku doakan kau saudaraku, moga hatimu tenang dlm menghadapi ujianNya... Ingatlah setiap usaha kita tak semestinya, tak selalunya seiring dengan kehendak hati. Kerana Allah lebih mengetahui apa yg terbaik utk hamba2Nya. Ingatlah bersama kesulitan ada kemudah. Itu janji Allah...

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (Al-Insyirah: 5-6)


Sebentar tadi... setelah otak tak mampu menerima input, aku membuka 'surat cinta' berwarna biru*. Masya Allah... hati ini terus rasa sejuk bila secara tak sengaja terbaca lembaran yg seakan memujuk hati yg tgh lara. Sungguh Ya Allah... al-Quran itu petunjuk & penenang hati. Sekadar ingin berkongsi dgn sahabat2 yg tgh bertarung study utk exam. Dan kepadamu saudaraku... semoga hatimu menjadi tenang dgn janji Nya.

"...Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai org2 yg bertawakal.
Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yg dapat menolongmu setelah itu? Kerana itu hendaklah kepada Allah saja orang2 mukmin bertawakal." (Al-Imran: 159-160).



Terima kasih Ya Allah atas nikmat sakinah ini. Semoga aku menjadi hamba Mu yg bertawakal. Semoga Allah membantu kita dlm perjuangan kita di atas kertas. Semoga 'kecintaan' kita kepada study tidak melebihi kecintaan kita kepada ALLAH. Amin...

Aku Ingin Mencintai Mu (EdCoustic)
Tuhan betapa aku malu
atas semua yang Kau beri
padahal diriku terlalu sering membuat-MU kecewa
Entah mungkin karna ku terlena
sementara Engkau beri aku kesempatan
agar aku kembali
dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghamba pada-MU
betapa tak ada apa-apanya
aku dihadapan-MU

Aku ingin mencintai-MU
sebenar-benar aku cinta
dalam doa
dalam ucapan
dalam setiap langkahku
aku ingin mencintai-MU
selamanya
sehina apapun diriku
kuberharap
untuk bertemu dengan-MU
ya Rabbi......

Wednesday, October 7, 2009

Pre-Exam Syndrome (PES)



Perkataan 'exam' itu semakin kerap ku dengar... sana sini manusia mempertuturkan perihal exam. Sungguh besar impact 'exam' ni dalam hidup seseorang pelajar. Mana taknyer... bermacam2 signs and symptoms sehingga membentuk satu syndrome!

Gejala tak cukup tidur (insomnia ni!), gejala tak lalu makan (anorexia), gejala mandi tak basah (ni mandi kerbau ke ape?), gejala mood tak betul (mood swing?), gejala duduk hours dpn buku (?motor retardation), gejala baca tp tak masuk/hadam (?poor concentration)... gejala2 ini atau symptoms2 ini selalunya disertai oleh rasa berdebar2 (palpitation... mungkin terlebih minum 'V' atau 'RedBull'), atau kadang kala disertai oleh excessive sweating... inilah dia 'pre-exam syndrome'...

Time bbrp minggu sblm exam2 cam ni lah kita mula menukar ke gear tinggi, menekan accelerator seboleh2nya utk catch up dgn study kita. Kadang2 sebab ni jugalah kita tanpa sedar telah menurunkan gear iman kita ke tahap rendah. Sekadar muhasabah diri, merefleksi diri dalam hari2 sebelum exam...

Patut lah hati rasa kurang tenang... rupa2nya graf iman menunjukkan tanda2 regression. Patutlah gundah gulana... rupa2nya hati jauh dari mengingatNya. Inilah ujian terbesar seorang pelajar... exam! Bila exam semakin dekat, kebusy-ian itu menyebabkan kita jauh dr membaca surat cinta-Nya. Lidah tidak sebasah selalu dengan alunan zikir. Solat yang dahulunya khusyuk jadi kurang khusyuk. Solat yang memang sedia tak khusyuk menjadi semakin tak khusyuk. Ahh... bahaya ni! Harus segera mencari penawarnya! Harus segera berjumpa pakar! Penawarnya hendaklah sentiasa ingat Allah... hanya dengan mengingat Nya hati akan tenang. Hati memberontak, tak tenang, gundah gulana kerana hati ingin kembali kepada fitrahnya.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِ‌ۗ أَلَا بِذِڪۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَٮِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ (٢٨)
"(iaitu) orang2 yg beriman dan hati mereka menjadi tenteram dgn mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dgn mengingat Allah hati menjadi tenteram." (Ar-Ra'd: 28)

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٌ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَشِفَآءٌ۬ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدً۬ى وَرَحۡمَةٌ۬ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ (٥٧)
"Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu dan yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin yang ada di dalam dada kamu dan juga menjadi hidayat petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Yunus: 57)

Hmm... kadang2 bila dah baca berkali2 tak hadam2 juga... rasa hopeless, rasa putus asa, nak give up etc. Rase nak koyak2 je buku tu kan, rase nak gigit2 je text book tu kan... geram! Hehehe... pengalaman! Kadang2 boleh pusing!
قَالَ وَمَن يَقۡنَطُ مِن رَّحۡمَةِ رَبِّهِۦۤ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ (٥٦)
"Nabi Ibrahim berkata:
Dan tiadalah sesiapa yang berputus asa dari rahmat Tuhannya melainkan orang-orang yang sesat." (Al-Hijr: 56)

قُلۡ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ (٥٣)
"Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat),
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." (Az-Zumar: 53)

Berusaha selagi termampu, serahkan segala usaha utk penilaian Nya. Moga natijahnya bersesuaian dgn kehendak hati. Kalaupun bertentangan dgn kehendak hati, Allah lebih mengetahui apa yg terbaik utk hamba2Nya.

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا ڪَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَٮٰنَا‌ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَڪَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ (٥١)
"Katakanlah (wahai Muhammad):
Tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung yang menyelamatkan kami dan (dengan kepercayaan itu) maka kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal." (At-Taubah: 51)

Selamat bermujahadah. Remain steadfast! Selamat study, selamat muhasabah diri... moga Allah mempermudahkan urusan dunia dan akhirat.

وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ‌ۚ وَإِنَّہَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَـٰشِعِينَ (٤٥)
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk." (Al-Baqarah: 45)

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ (١٥٣)
"Wahai sekalian orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan (untuk menghadapi susah payah dalam menyempurnakan sesuatu perintah Tuhan) dengan bersabar dan dengan (mengerjakan) sembahyang; kerana sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah: 153)


Friday, August 14, 2009

Pendakian Yang Tiada Penghujung


Pendakianku terhenti
Aku merasa lelah untuk meneruskan perjalanan
Ku toleh ke belakang
Sudah terlalu jauh perjalananku
Tak mungkin aku bisa utk patah balik

Udara semakin menipis
Menyesakkan dada
Nafas ku hela tak teratur
Aku lemas,
Lemas dalam pendakian yg tak berpenghujung

Ku halakan pandanganku ke hadapan
Ku lihat puncak gunung samar2
Ku cuba untuk memaksa diri utk meneruskan pendakian
Tapi ku rasa kakiku seperti dirantai
Ku rasa bebanan yg ku bawa semakin memberat

Aku menangis
Puncak gunung semakin samar
Ku rasa pendakian ini takkan ada penghujungnya
Aku sudah tidak mampu utk meneruskannya
Tanganku yg mencengkam kuat pada batu2 gunung
Kini semakin lemah
Jari jemariku terasa nyeri dan kebas
Lalu ku lepaskan pautanku pada batu2 gunung

Disaat jasadku hampir melayang jatuh
Tanganku disentap kuat
Ku lihat kehadapan
Ku pandang wajah2 yg ku sayangi
Ku pandang wajah2 yg menanti dgn seribu pengharapan
Aku tersadar
Pendakian ini akan berakhir jua
Aku pasti dengan izinNya
Aku akan sampai ke puncak itu
Bebanan2 berat yg ku pikul
Hanyalah ujian dariNya
Bagi mematangkan aku
Bagi menyediakan aku
Untuk pendakian yg lebih mencabar

Friday, July 31, 2009

Dakwah, Study & Jongkang-jongket


Sekadar ingin berkongsi satu artikel menarik. Jazakillah ukhti atas email ini. Sudah lama mencari kat internet tp tak berjumpa. Blog lamaku di mana artikel serupa dipostkan tahun lepas dah pun di hacked org. Mari kita sama2 merefleksi diri kita dgn artikel menarik di bawah...

Lia, jomlah pergi usrah
Lia, jomlah berdakwah
Lia, ummah semakin koyak
Lia, jomlah kita bangkit mengubah segalanya

Aku tidak mahu
Aku kena study
Markah semester lepas dah cukup teruk
Gara-gara dakwah, tarbiah dan program
Aku menyesal megikuti semua itu
Bosan!!
Dakwah bukan je plainly cerita
rububiyah ketuhanan,tapi banyak lagi
skopnya
Bukan ke islam tu syumul
Kalau nak berjaya, kena study
Waktu study, studylah
Esok kalau dah berjaya
Aku buatlah kerja dakwah tu
Kalau aku buat kerja dakwah, aku gagal dalam pelajaranku
Kan nanti aku menutup mata orang lain terhadap Islam

Lia, dakwah dan pelajaran bukan macam jongkang jongking

Jongkang jongking?
Apa kau merepek ni?

Ya, dakwah dan pelajaran BUKAN macam jongkang jongking
Bila dakwah di atas, pelajaran di bawah
Bila pelajaran di atas, dakwah di bawah
Tu bukan dakwah namanya
Dan tu bukan belajar namanya

Habis tu?

Hmm, dakwah dan pelajaran kena berkadar terus
Tak boleh inversely proportional

Apa maksud kau?

Orang yang melakukan kerja dakwah
dengan ikhlas akan menemukan Allah
dalam pelajarannya

Aku tidak faham

Tak pe, aku terangkan
Macam gini, bila dah berdakwah tu
Rasa senang je nak study
Bila belajar tentang mitokondria misalnya
Boleh bayangkan betapa hebatnya Allah ciptakan mitokondria
Bila belajar tentang algebra, terasa kerdilnya diri
Bila belajar tentang Hukum Boyle, terasa akrab dengan Pencipta
Kenapa?
Sebab diri tahu bahawa hukum-hukum tersebut adalah hukum Allah
Ilmu-ilmu tersebut adalah milik Allah
Rasa senang hati nak terima ilmu
Kalau orang lain study 1 jam
Dia hanya perlu study 10 minit sahaja
Sebab apa?
Sebab ada keberkatan masa dalam studynya itu

Aku tak pernah rasa semua itu
Lain tu, selama ni kau nak cakap yang
aku ikut program tarbiah dan dakwah tu
tak ikhlas?

Tak, itu bukan maksud aku
Cuma kena checklah sikit hati tu
Waktu buat kerja dakwah tu, ada tak
berlaku tarik tali dengan Allah

Apa maksud kau tarik tali dengan Allah?

Ok, aku berikan contoh
Misalnya waktu buat kerja dakwah tu,
Terdetik tak kat hati , banyak lagi
yang tidak habis belajar
Terdetik tak kat hati, assignment
banyak lagi
Itulah maksudnya tarik tali dengan
Allah
Ada keraguan dalam hati
Seolah-olah tidak yakin dengan janji
Allah
Siapa yang menolong agama Allah,
nescaya Allah akan menolongnya
Kita melakukan jual beli dengan Allah,
tapi kita tidak bayar lagi
Kita berdoa, tapi tak de kesungguhan
dalam doa kita
Kita berdakwah, tapi hati kita tiada
dengan Allah

Lia dah faham
Lia kena banyak muhasabah
Lia dah study dari tadi, tapi tak masuk-masuk
Lia tahu itu maksudnya peringatan dari Allah
Lia yang tahu hukum berdakwah tidak mengerjakan kerja tersebut

Lia, sahabatku,
Seorang ibu pernah mengatakan:
"Aku ingin dakwah terlihat dalam setiap perbuatanku. Setiap kali aku bergaul dengan jiranku, Aku ingin mereka merasakan kemanisan iman dan Islam. Setiap kali jiranku melihat kebahagian rumahtanggaku, aku ingin mereka merasakan keindahan Islam"

Lia, itulah yang inginku kubentuk dalam diriku
Aku ingin setiap perbuatanku menjadi
manifestasi dakwah itu sendiri
Pelajaranku, hubunganku dengan keluarga dan sahabat,
Segalanya adalah dakwah
Moga kita bersama dalam usaha merealisasikannya
Lia, aku ingin berkongsi dua kisah,
Pertama, mengenai kisah Assyahid Imam
Hassan AlBanna
Dan kedua kisah sahabatku di Indonesia
Moga kedua-dua kisah ini dapat kita renungkan bersama
Menjadi motivasi buat kita untuk terus berada dalam mandala ini.

Lia, kau pastinya arif mengenai Assyahid Imam Hassan AlBanna. Dakwahnya menyinari hati umat manusia di saat itu. Dia berdakwah sehingga ke kawasan perkampungan di gunung-gunung yang tinggi. Semua manusia mengenalinya. Tanyakan sahaja di jalanan di saat itu, kenalkah kamu dengan Assyahid Imam Hassan Al Banna, pasti semua mengenalinya kerana kerja kerasnya di dalam perjuangan dakwah .

Lia, aku akui sememangnya untuk berjaya dalam pelajaran, kita kena berusaha. Itu Sunnatullah. Tapi Lia, kemenangan Islam takkan tertegak dengan kata-kata, dengan mimpi sahaja. Untuk memastikan kejayaan dakwah, kita juga kena berusaha. Itu juga adalah Sunnatullah. Kemenangan Islam memerlukan pengorbanan dari pengikutnya.

Lia, aku kongsikan pembacaanku dalam buku Detik-detik Hidupku karangan Assyahid Imam Hassan Al Banna:

Allah, dengan sifat ArRahaman dan ArRahimNya, memberi ketenangan dan kepuasan kepada hambaNya yang beriman apabila Dia mahukan segala sesuatu urusan/ perkara Dia akan mempermudahkan hambaNya itu untuk mencapainya. Pada malam sebelum ujian nahu, saya telah bermimpi. Di dalam mimpi tersebut, saya sedang berada dalam sebuah perahu bersama-sama ulama yang terkenal.Perahu itu sedang berlayar di Sungai Nil. Salah seorang ulama itu menghampiri saya. Dia memakai pakaian orang-orang di pedalaman Mesir. Dia menyoal saya, Di mana syarah (huraian) Ibnu Aqeel mengenai al-Afiyah? Saya menjawab, Ini dia! Katanya, Mari kita ulangkaji sebahagian darinya. Buka ke muka surat sekian-sekian. Saya pun membuka ke muka surat-muka surat yang disebutkannya dan mula mengulangkaji. Kemudian saya terkejut jaga. Saya sangat gembira. Pagi esoknya saya menduduki ujian. Saya dapati kebanyakan soalan datang dari muka surat-muka surat yang saya baca di dalam mimpi tersebut. Ini semua adalah rahmat Allah. Allah telah memberi rahmat istimewa kepada saya. Mimpi yang benar adalah sumber maklumat kepada seorang Mukmin. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.

Itulah rahsia kejayaan seorang Mukmin.

Seorang sahabat di Indonesia pernah bercerita mengenai pelajarannya. Alhamdulillah, dia memperolehi yang terbaik. Dia ingin mempertahankan prestasi terbaik untuk Allah, agama Allah. Disudut lainnya, dia tidak suka mengejar dunia, bersaing untuk berasa hebat.Dia hanya ingin memberikan yang terbaik sebagai hamba Allah. Dahulu dia bukan begitu. Dia pernah kecundang. Dia pernah bertanya kepada Allah - Ya Allah, kenapa engkau mentakdirkan prestasi yang baik buat temanku? Apakah temanku itu punya alasan yang kuat sehingga Engkau menolongnya. Aku mempunyai mimpi yang besar untuk menegakkan agamaMu melalui pergerakan dakwah. Maka aku mohon bahawa aku harus berjaya. Lalu Allah memberitahu dirinya melalui suatu kisah sahabat yang dijamin masuk syurga, padahal seharian ibadahnya sama saja seperti sahabat yang lain. Dan ketika ditanya prinsip hidupnya, sahabat itu menjawab "Aku tak suka membanding-bandingk an apa yang Allah berikan kepada hamba-hambaNya. Aku yakin Allah Maha Baik dan menjamin kebaikan untukku dalam situasi sulit atau lapang. Aku akan tetap redha kepada Allah dalam situasi apapun. Aku akan tetap bersaksi bahawa Allah adalah Robb yang Maha Esa, meskipun gunung-gunung harta itu milikku atau aku tak punya harta sedikit pun.

Lia, saya teringat email yang pernah saya terima dari seorang kawan. Tulisannya benar-benar terkesan di hati saya. Dia bercerita tentang seorang wanita yang terkena penyakit disebabkan poliovirus semenjak kecil. Kisah ini kisah benar. Saya namakan wanita ini A. A memerlukan tongkat untuk berjalan. A tidak berapa cantik, tidak slim dan tidak tinggi. Satu sahaja keinginan A. A ingin sesiapa sahaja yang melihatnya mengucapkan Subhanallah. Keinginan A tercapai. Bila A belajar di sekolah menengah dan berjaya, manusia yang ditemuinya mengucapkan Subahanallah. Bila A berjaya masuk ke universiti, sekali lagi orang ramai mengucapkan Subhanallah. Bila A menyudahkan pelajarannya, sekali lagi manusia mengucapkan Subhanallah. Dan sekali lagi orang ramai mengucapkan Subhanallah apabila A mengahwini seorang lelaki yang kacak dan beriman. Orang ramai tertanya-tanya, apa yang mampu A berikan kepada suaminya.
Takdir Allah menentukan yang sebaiknya. Allah mengurniakan A dan suaminya 3 orang anak yang comel dan sempurna. Sekali lagi orang ramai mengucapkan Subhanallah. Dengan kecacatanya, A masih mampu membuat manusia mengingati Allah.

Sejarah menunjukkan kita bahawa rupa paras bukan persoalan utama. Ingat lagi tentang Abdullah bin Ummi Makhtum. Dia sahabat nabi yang buta. Dia mahu membawa panji bendera Islam. Katanya, buta menyebabkan dia tidak takut kerana dia tidak akan dapat melihat bilangan musuh. Akhirnya dia syahid. Mereka yang menemui mayatnya tidak dapat mengecamnya kerana terlalu banyak luka parah yang dialaminya. Subhanallah.

Pasti Lia ingat lagi Assyahid Sheikh Ahmad Yassin. Dia cacat. Duduk di atas kerusi roda. Tapi apa yang telah dia lakukan? HAMAS berdiri dengan izzah. Musuh menggeruninya.

Lia, kita sempurna. Ayuh lakukan sesuatu untuk Islam. Ayuh berada dalam saf perjuangan.


Saturday, July 25, 2009

So Many Things...






As I spend hours travelling between hospitals... from Dunedin to Invercargill, to Oamaru... tired and hungry, I wonder to myself yet, why do I put myself through this?

Wake up early frosty morning, the same walk every morning to the hospital...

As I walk, I traverse my community and none of them have an inkling of my inner turmoil...

I train to save the lives of others... but what of my own? But why am I still a medic?


It has been 5 years now... but why am I still confused... confused, confused in making diagnosis???

They always told me to go through the system... yet why am I still didn't grasp that?


Confused... and confused... still unable to make diagnosis! Why do they look the same??? Tell me how to differentiate between 'em...



Atenolol, metaprolol, allopurinol, ethanol, paracetamol, omeprazole, salbutamol, tramadol, fluconazole...

U gave us a list of drugs... u said they are highly examinable. Tell me how am I supposed to remember each of their dosage, side effects, contraindications, interactions bla bla bla...


4/12 to final... yet there are so many things that I have to learn. Hey Doc gimme some fluoxetine (or shud I ask for anxiolytic? oh... then u talking about dependency & withdrawal!).

Akhirnya...mujahadah itu perlu... sob sob sob!