Saturday, February 20, 2010

The 7 Habits of Highly Successful Muslim Youth

Brothers and Sisters in Islam, 

I would like to share this article which was emailed to me a few years ago (may be 4 or 5 years ago!). It is indeed a very good article to share with those who really looking forward to improve themselves and who want to be a successful Muslim. We have heard about 7 Habits of Highly Effective People (which is no doubt a must have book!) but may be we might want to read something which is more applicable to us, the Muslim. Well I call it Islamic version of 7 Habits.

The complete article can be found here    

1. Be Truthful - Not easy but so much to be gained!

This is a day on which the truthful will profit from their truth: theirs are gardens, with rivers flowing beneath — their eternal Home: Allah well-pleased with them, and they with Allah. That is the great salvation, (the fulfillment of all desires). 
(Al-Ma'idah 5:119)


Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him), said, as narrated by `Abdullah (may Allah be pleased with him),
"Truthfulness leads to righteousness, and righteousness leads to Paradise. And a man keeps on telling the truth until he becomes a truthful person. Falsehood leads to al-fujur [wickedness, evil-doing], and al-fujur leads to the (Hell) Fire, and a man may keep on telling lies till he is witten before Allah, a liar." 
(Sahih Bukhari, Book #73, Hadith #116)

2. Be Trustworthy - Rely on Allah The Most Trustworthy, He will never let us down! When others trust you, don't betray their trust. Accept responsibility and fulfill it. 

Let there be no compulsion in religion: Truth stands out clear from error: whoever rejects evil and believes in Allah hath grasped the most trustworthy hand-hold, that never breaks. And Allah Heareth and Knoweth all things. 
(Al-Baqarah 2:256)

I but fulfill towards you the duties of my Lord's mission: I am to you a sincere and trustworthy adviser. 
(Al-A`raf 7:68)

3. Have Self-Restraint (Taqwa) & Be God-Conscious - restraint oneself from falling victim to one's desire!

And no one will be granted such goodness except those who exercise patience and self-restraint, — none but persons of the greatest good fortune. 
(Fussilat 41:5)

4. Be Thorough - are you likely to rush through your work so you can be done with it or take your time to check your work and be thorough?

5. Be Focused - no matter what activity you are engaged in (prayer, academics, athletics etc) 
Allah Most High tells us in the Qur'an that the believers are
'those who humble themselves in their prayers' 
(Al-Mu'minun 23:2)

The humility here referred to total focus and concentration on the fact that one is in the presence of Allah, standing before Him Most High.

6. Be Punctual - stop saying you are late because of "Malay Standard Time"!

When `Abdullah (may Allah be pleased with him) asked "which deed is the dearest to Allah?" the Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) replied, "To offer the prayers at their early stated fixed times" 
(Sahih Bukhari, Book #10, Hadith #505).

7. Be Consistent

The Mother of the Believers `A'ishah (may Allah be pleased with her) narrates that "the most beloved action to Allah's Apostle was that which is done continuously and regularly" 
(Sahih Bukhari, Book #76, Hadith #469).

Tuesday, February 9, 2010

Selangkah Mendekati MU



~Aku pilih ujian-MU jika kerana ia dapat membawa aku selangkah mendekati-MU~

-Ghazwanie As-Sabahi-


Monday, February 8, 2010

Buatmu Ukhti: Apabila Kitab Mendahului


Ku lihat cuaca yang begitu indah dari tingkap kaca yg besar dari bilik tidurku. Dada langit begitu bersih tanpa tompokan awan... matahari bersinar menebarkan bahangnya di bumi Dunedin yg jarang2 panas. Pepohonan menari gemalai ditiup angin semilir. Sekali sekala bunyi wind chime berlaga ditiup angin menghasilkan irama yg mengasyikkan. Jelas kedengaran bunyi serangga dan cengkerik sahut menyahut menandakan musim summer di Dunedin. Semuanya bertasbih memuji kebesaran Allah. Cuma manusia tidak mengerti... 

Aku tersenyum melihat keadaan yang tenang itu. Dalam hati bertasbih memuji kekuasaanNya. Sepatutnya hari ini cuaca mendung menurut weather forecast. Allahu akbar... Sesungguhnya manusia tidak mampu mengagak apa yg ada dihadapannya, apatah lagi mahu mengubah apa yg sudah tersurat. 

Pada ketika ini, pada saat ini, pada hari ini... di sana mungkin mendung, di tempat yg lain mungkin hujan yg lebat, di utara hemisphere mungkin salji lebat menutupi sebahagian bumi... kita duduk di bumi yang sama, namun kita mengalami cuaca yg berbeza. Sekali lagi Allahu Akbar!

Pada hari ini juga, ada hati yg gembira... namun ada hati yg sedih. Pada saat ini, mungkin ada hamba Allah yg diberi ujian... ada juga hamba Allah yg diberi kesenangan. Tapi bukankah kesenangan itu juga suatu ujian? Mungkin semalam dia diberi ujian dlm study-nya, esoknya Allah masih memilihnya dan diberiNya ujian dlm urusan jodohnya pula. Kemudian ditambah dengan ujian yg tak pernah putus iaitu ujian kewangan. Bukankah ujian itu tanda sayangNya pada hamba2Nya yg beriman. Orang yg beriman manakah yg Allah tinggalkan tanpa menguji sejauh/setinggi mana tahap keimanannya... 

Buat yg diuji, ingatlah ini adalah cara Allah mentarbiyyah diri kita. Ujian itu sendiri adalah ujian! Kerana ujian ini menguji sedalam mana tahap kecintaan seorang hamba terhadap Penciptanya. Sedalam mana pengharapan dan pergantungan seorang hamba kepada Penciptanya. 

Buat kamu yg membaca entry ini, kamu diuji? Ingatlah ujian itu juga adalah sebahagian dari rezekimu yg sudah termaktub dalam kitab di Lauh Mahfuz. Kalau kamu tidak mendapatkan apa yg kamu idam2kan, ingatlah berkemungkinan ianya bukan hakmu menurut ilmu Allah. Sehebat mana pun usaha yg kamu laburkan kearah yg kamu idamkan... apabila kitab di Lauh Mahfuz mendahului, maka kamu tidak berkuasa untuk mengubahnya. Sehampir mana pun kamu dengan apa yg kamu inginkan, jika kitab mendahului... maka tiada daya dan upaya kita. Tapi percayalah, Allah tidak pernah mensia-siakan usaha hamba2Nya. Yg Allah pandang bukan pada natijah terakhir... natijah terakhir sama ada sesuai dgn kehendak kita atau tidak adalah sama disisi Allah. Kedua2nya baik disisi Allah. Maka jgn kau terlalu tangisi apabila hasil tidak seperti yg kau harapkan. Kerana Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk dirimu. Bukankah ilmu Allah itu luas? Bukankah Allah itu Maha Teliti, Maha Halus?

Mungkin Allah ingin memperkasakan peribadi mu, iman mu melalui ujian ini. Maka jangan kau rasa rendah diri dikalangan sahabat2mu, dikalangan manusia lain terhadap ujian yg melanda dirimu. Berbahagialah kerana Allah memilihmu dari kalangan berjuta manusia di muka bumi ini untuk menerima ujian-Nya. Anggaplah ianya suatu penghargaan dari Allah. Kerana Allah mahu kau semakin dekat pada Nya... kerana Allah begitu rindu akan rintihan mu dalam untaian doa2mu. Kerana Allah rindu pada air mata yg menangis mengharapkan keampunanNya. Berbahagialah dgn ujian ini...

Akhir kata buatmu ukhti, semoga terus tabah dalam mengharungi hidup ini.
Life is NOT a fairy tale!!!!!! Doa kami bersama mu.  


Sunday, February 7, 2010

5 Perkara: Perjalanan Jiwa Seorang Sufi



Seorang Sufi bercerita tentang perjalanan jiwanya
Dia berkata : Hatiku pernah gelisah memikirkan lima perkara
Sehingga aku sibuk mencari jawabannya
Ternyata aku mendapatkannya dalam lima perkara pula,

Pertama, aku mencari berkah dalam mengejar keperluan hidup
Aku menemukannya saat aku melakukan Shalat Dhuha

Kedua, aku mencari penerang dalam alam kubur
Aku menemukannya saat aku melakukan Shalat Malam

Ketiga, aku mencari jawaban untuk pertanyaan 
Munkar dan Nakir
Aku menemukannya saat aku membaca Al-Qur’an

Keempat, aku mencari alat pegangan saat meniti 
Shiratol Mustaqim
Aku menemukannya saat aku berpuasa dan bersedekah

Dan kelima, aku mencari naungan Arasy
Dan aku menemukannya saat aku mengasingkan diri dan beribadah kepada Allah

Sekarang hatiku beristirahat dengan tenang